Al Azhar Memorial Garden (AMG): kavling makam Islami yang tertata rapi, asri, bersih, indah, aman, nyaman, damai dan menyenangkan yang memberikan ketenangan bagi keluarga dan pengunjung yang berziarah .... Yuk pesan kavlingnya, HP(WA): 0815 53 81 81 09.

Kematian

Oleh: T. W. Adji

Anas bin Malik RA berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Perbanyaklah mengingat pemutuskan kelezatan, yaitu kematian, karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan kesempitan hidup, melainkan dia akan melapangkannya, dan tidaklah seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan lapang, melainkan dia akan menyempitkannya.” (HR. Ibnu Hibban). Cukuplah kematian itu sebagai nasehat.

Ruh Manusia hidup abadi dengan melalui perjalanan berbagai alam. Kalau begitu apa bedanya dengan Allah yang juga abadi? Kalau Allah abadi dengan tiada awalnya, sedangkan manusia itu abadi dengan ada awalnya. Saat ini kita hidup di alam Dunia yang bersifat sementara, fana, fatamorgana, maya dan memperdaya lalu kemudian kita semua mati, berpisahnya ruh dari jasad, lalu kita masuk ke alam yang sepenuhnya asing: alam kubur / alam barzah, untuk lama waktu yang tiada kita ketahui mungkin ratusan atau bahkan ribuan tahun, yang jauh lebih lama dari lamanya kita hidup di Dunia;

· Sebelum kematian, dunia ini nyata, akherat itu hanya cerita.

· Setelah kematian, dunia ini hanya cerita, akherat itu nyata.

Mengapa saya menyapa Anda dengan diksi: “Saudara Ahli Sorgaku”? Karena semua Muslim pasti menjadi Ahli Sorga, siapapun yang pernah ber-Syahadatain pasti masuk Sorga, walau mungkin sebagiannya “mampir” terlebih dahulu di Neraka. Neraka diadakan sebagai proses penyucian dosa-dosa kita. Kita harus kembali suci kalau mau kembali kepada Allah Yang Maha Suci.

· Barang siapa yang meninggal dan dia bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dari hatinya, maka dia masuk Sorga.“ (HR. Imam Ahmad)

· Dari Anas RA, Nabi SAW bersabda: “Akan keluar dari Neraka orang yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah,’ walaupun hanya sebesar satu butir iman di hatinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karenanya, kematian adalah hadiah terindah bagi kita. Mengapa? Karena kita keluar dari penjara Dunia dan masuk ke Sorga yang penuh kenikmatan tak terbayangkan serta akan bertemu dengan yang paling kita cintai dan rindukan: Allah dan Rasul-Nya.

· Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan Sorga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)

· "Kematian adalah hadiah yang sangat berharga bagi orang yang beriman." (HR. Ibnu Abu Dun-ya dan Ath-Thabrani).

Dasar dalil Al Qur'an & Al Hadits yang mewajibkan kita mewaspadai kematian lalu mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya;

· "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke Sorga, maka sungguh ia telah beruntung. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS 3/185)

· Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS 29/57)

o Refleksinya: Dimasa depan tiada yang paling pasti kecuali kematian, sudah siapkah kita?

· "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS 59/18)

o Refleksinya: Sudahkah kita memperhatikan dengan teliti apa yang telah kita perbuat untuk hari esok (kehidupan setelah mati)?

· "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS 3/102)

· "Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaaffah), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah Syetan”. (QS 2/208)

o Refleksinya: Sudahkah selalu berkeadaan sebagai Muslim, hingga saat ajal kematian kita tiba?

o Refleksinya: Sudahkah Islam kita kaaffah (menyeluruh / totalitas) dari lahir hingga kematian kita?

o Refleksinya: Sudahkah kita mempersiapkan kematian dengan makam & pemakaman yang benar-benar Kaaffah Islamnya?

· Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akherat.” (HR. Ibnu Majah)

· Sahabat bertanya kepada Rasulullah Sholallahu 'Alaihi was Salam: Siapakah orang yang paling cerdas? Mereka adalah orang yang paling banyak mengingat kematian, kemudian mereka yang paling baik mempersiapkan kematian tersebut. Itulah orang yang paling cerdas. (HR Ibnu Majah No 4259)

o Refleksinya: Seberapa sering kita mengingat kematian?

o Refleksinya: Sudah siapkah kita menghadapi kematian dengan sebaik-baiknya?

Kalau kita siap menghadapi kematian, maka jiwa kita akan tenang.

· QS. Al-Fajr (89): 27-30: "Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke Sorga-Ku."

Inilah kematian sebagai momen kepulangan yang indah bagi jiwa yang tenang.

BEKAL ANDALAN UNTUK KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

Oleh: T. W. Adji

Betapa rapuhnya Dunia. Dunia yang kita perjuangkan habis-habisan dan telah membersamai kita selama ini bisa tiba-tiba lenyap & musnah hanya karena 1 kegagalan, yaitu 1 kegagalan dalam menarik nafas kembali setelah menghembuskannya. Itulah kematian. Saat itu terjadi kita tiba-tiba berpindah alam; dari Alam Dunia menuju Alam Barzah / Alam Kubur, alam yang sama sekali tidak kita kenal, sama sekali asing dan tidak ada satupun bahkan sekecil apapun yang bisa kita bawa dari Alam Dunia ini, semua kita tinggalkan dan telah berpisah. Saat itu kita butuh syafaat (penolong). Salah satu syafaat yang sangat bisa diandalkan adalah satu surah dari Al-Qur'an yang namanya Al Mulk (Surat ke-67) yang akan mensyafaati (mendampingi, menjaga, menolong & menyelamatkan) kita sejak dari saat sakaratul maut, masuk ke alam Barzah, bangkit di Yaumil Baats, menghadapi beratnya hari pertanggung jawaban Yaumil Hisab, lalu ditimbang dengan neraca keadilan di Yaumil Mizan, melewati Neraka hingga sampai ke pintu Sorga, lalu mandi di Telaga Al Kautsar, surah Al Mulk akan terus mensyafaati kita.

Sedemikian dahsyatnya syafaat Al Mulk ini membuat jasad sang mayit beserta kain kafan nya utuh tak tersentuh oleh kerusakan walaupun sudah berusia tahunan bahkan lebih lama lagi. Hal ini telah banyak dibuktikan secara empirik (berdasarkan data & fakta dari bukti nyata); tidak masuk akal tapi itulah yang terjadi. Saya sebagai penulis telah menyaksikan kebenarannya secara nyata; kakak istri saya yang sudah kl 3 tahun wafat secara tidak sengaja makamnya tergali, namun semua jasad & kain kafannya masih utuh, bahkan seolah baru keluar dari toko. Beliau adalah ahli Surah Al Mulk saat hidupnya. Namun dari sisi logika yang bersifat ilahiah hal itu tetap masuk akal. Begini nalarnya; jangankan hanya binatang renik di dalam tanah yang tidak bisa menyentuh sang mayit, Malaikat Allah saja, Malaikat Munkar dan Nakir, tidak bisa menyentuh sang mayit karena kalah kelas, jauh lebih tinggi Kalamullah (Surah Al Mulk) daripada Malaikat Allah. Sehingga saat datang Malaikat Munkar dan Nakir akan mengintrogasi sang mayit, mereka berdua bisa diusir oleh Kalamullah (Surah Al Mulk), karena sang mayit berada dalam jaminan syafaat Surah Al Mulk.

Silakan dicari sendiri keutamaan dan keluarbiasaan surat Al Mulk dan dalil-dalil nya yang shoheh di Google, sudah banyak yang membahasnya dari Ulama-ulama ternama, sehingga kita termotivasi untuk menghafal dan membacanya setiap hari dalam sholat Witir / Lail / Tahajud.

Beberapa tips menghafal surat Al Mulk:

1) Mengapa membacanya di dalam sholat Witir / Lail / Tahajud? Selain memang diperintahkan oleh Rasulullah Sholallahu 'Alaihi was Salam, pahala membaca Al-Qur'an di dalam sholat itu sangat jauh berbeda di bandingkan dengan membacanya di luar sholat. Ada yang risih dengan berharap Pahala, karena menganggap Pahala itu sebagai pembatal ikhlas. Sebenarnya tidak demikian, pahala = ukuran besarnya keridhoan Allah. Kejarlah keridhoan Allah sebesar-besarnya dengan mengejar Pahala.

  • Per huruf ayat Al Qur’an itu kalau dibaca tanpa wudhu dapat 1 pahala yang di lipat gandakan menjadi 10 kebaikan per hurufnya.

  • Per huruf ayat Al Qur’an itu kalau dibaca dengan berwudhu maka dapat 10 pahala yang di lipat gandakan menjadi 10 kebaikan per hurufnya hingga menjadi 100 kebaikan.

  • Per huruf ayat Al Qur’an itu kalau dibaca dalam sholat setelah Al Fatihah maka dapat 100 pahala yang di lipat gandakan menjadi 10 kebaikan per hurufnya hingga menjadi 1000 kebaikan.

2) Agar bisa membaca surah Al Mulk di dalam sholat, kita harus menghafalnya terlebih dahulu. Al Mulk hanya terdiri dari 30 ayat yang cukup pendek. Cukup hafalkan 1 hari: 1 ayat, lalu dikumpulkan di sholat Witir / Lail / Tahajud kita per ayat nya setiap hari sehingga: hari ke-1: 1 ayat, hari ke-2: 1 + 1 = 2 ayat, hari ke-3: 2 + 1 = 3 ayat, hari ke-4: 3 + 1 = 4 ayat dst nanti di hari ke-30 kita sudah hafal utuh satu surah. Sekalian sambil menghafal ayat, pahami arti dari setiap ayatnya maka akan memperkuat hafalan Al Qur’an nya.

3) Setiap orang punya “NR” masing-masing, maka temukanlah dan gunakanlah. NR = Number of Repetition = jumlah pengulangan minimal agar seseorang bisa hafal. Misal: Imam Syafei; NR = 1, Ust Adi Hidayat; NR = 2, saya; NR = 7, anda; NR = berapa? Setelah tahu NR nya, maka gunakan. 1 ayat terus diulang sejumlah NR nya, maka pasti hafal. Kalau belum hafal maka sesungguhnya kita belum mencapai angka NR nya. Ingat, jangan membandingkan, karena setiap orang punya NR nya masing-masing. NR yang rendah tidak lebih bagus dari NR yang tinggi. Mengapa? Karena dalam Al Qur'an ini semakin diulang semakin besar pahalanya.

4) Kalau bisa dalam misi menghafal surat Al Mulk ini kita punya partner; minimal 1 orang, bisa suami – istri, orang tua – anak atau teman – teman atau siapapun, gunanya untuk saling menyemangati dan saling setor ayat yang sudah dihafal.

Dunia hanya sementara sedangkan akherat selamanya. Kenikmatan Dunia ini hanya setetes air dari lautan luas tanpa batas kenikmatan Akherat. Alangkah indahnya, setelah kita mempersiapkan makam Islami terbaik kita di AMG (Al Azhar Memorial Garden Memorial Garden), kita pun bersemangat berjuang menghafal dan membaca Surah Al Mulk setiap hari di dalam sholat Witir / Lail / Tahajud agar bisa menjadi bekal andalan kita untuk persiapan hidup setelah mati, demi keselamatan dan kemuliaan akherat kita.